Malam Bina Takwa RQ Darut Tarbiyah, 25-26 Maret 2017

Pada tanggal 25-26 Maret lalu, seluruh cabang Rumah Qur’an Darut Tarbiyah dikumpulkan bersama di RQ pusat Depok. Ada apakah gerangan? Ya, inilah saat yang ditunggu-tunggu di setiap akhir bulan, mabit RQ bersama ustadz tercinta, ustadz Fadlyl. Di dalam mabit RQ ini, santriwati langsung mendapatkan taujih dari ustadz dengan tema “Kokohkan Hati dengan Iman, Taklukkan Dunia dengan Al-Qur’an”.

Kata ustadz, pilar dari kesuksesan  atau kemenangan itu ada dua :

1. IMAN (Al-Anfal ayat 2-4)

(2) إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

(3) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

(4) أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

 

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.(2) (yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.(3) Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (4)

2. IKHLAS (Al-Bayyinah ayat 5)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Setiap muslim yang memiliki keimanan yang kuat dan keikhlasan yang kuat takkan pernah lepas dari kesuksesan. Karena arah dan tujuan dalam hidupnya hanya ridha Allah.

Selain itu di pagi hari, ustadz juga memberikan taujih mengenai persiapan Ramadhan. Ramadhan hanya tinggal beberapa puluh hari saja, dan hari pun akan cepat berlalu. Tak lama lagi tamu yang agung akan mengetuk kehidupan kita, Ramadhan yang mulia. Dengan mendekatnya tamu yang mulia tersebut, bagaimanakah persiapan kita? Apakah kita sudah mempersiapkan sambutan yang terbaik untuk tamu istimewa tersebut?

Jika kita akan kedatangan tamu yang sangat spesial, apa yang akan kita lakukan? Tentu kita akan membersihkan rumah, mengganti perabotan yang sudah usang dengan yang baru, memperindah rumah, mengecat dinding dan lain-lain. Begitulah perumpamaan dengan kedatanga Ramadhan. Kita sebagai muslim justru harus lebih mempersiapkan untuk bertemu Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Contohnya dengan mengevaluasi target-target yang belum tercapai tahun lalu, membiasakan diri untuk lebih meningkatkan ibadah, yang biasanya tilawah sehari hanya setengah juz, mulai ditingkatkan menjadi 2 juz per hari.

“Tidak ada pemenang yang dadakan. Pemain bola jika ingin tangguh di lapangan, maka ia pasti akan berlatih keras sebelumnya.” begitu penjelasan ustadz. Bahkan para sahabat di zaman Rasul dahulu rata-rata sudah mempersiapkan Ramadhan dan meningkatkan ibadah dari 3 bulan sebelum Ramadhan tiba. Seperti motor yang harus dipanaskan terlebih dahulu, maka ia akan berjalan dengan lancar setelahnya.

Lemahnya umat akibat lemahnya para ulama dalam ketaatan kepada Allah dan inshaAllah kelak kita akan menjadi orang-orang yang berilmu tersebut. Dahulu kala, Rasul tidak pernah meninggalkan qiyamul lail sepanjang malam dari pukul satu dini hari hingga sebelum subuh setelah turun surat al-muzammil. Ustman bin Affan juga mengkhatam Al quran dalam satu shalat. Mayoritas sahabat rasul menghkhatamkan Al-Qur’an dalam 1 minggu, padahal mereka disibukkan oleh penyebaran Islam dan amanah-amanah lainnya.

Tak ada alasan bagi kita untuk malas dalam bertilawah, seperti alasan kurang waktu, sibuk, banyak tugas dll. Karena sahabat lebih sibuk daripada kita, namun mereka tetap berlomba-lomba dalam bertilawah.

“Jika ada yang mengalami kesulitan menghafal, maka cek saja berapa kali tilawahnya sehari karena tilawah itu penopang utama! Dengan begitu kegiatan kita makin barokah, apalagi jika ditambah dengan amal sholeh lainnya.” begitu nasihat ustadz Fadlyl.

Oleh karena itu, maka mari mulai tingkatkan tilawah kita dengan memanfaatkan waktu sedikit yang kita punya. Bismillah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s